Jumat, 21 September 2012

ketidakadilan


Kasus Prita Mulyasari Kembali Mengusik Keadilan - Sebelumnya, LM menghaturkan berduka atas matinya rasa keadilan dan semakin banyaknya jeritan hati yang menuntut keadilan di negeri tercinta ini. Untuk yang kesekian kalinya, wajah hukum di negeri ini kembali mengusik rasa keadilan rakyaknya, di saat pemerintah buram atas hilangnya Nazaruddin yang kabur dari jeratan hukum kini ketukan palu kasasi Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus Prita Mulyasari dengan vonis enam bulan dengan masa percobaan satu tahun.

Pada 29 Desember 2009 sebenarnya majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang sudah memutuskan bebas atas Prita dari tuntutan jaksa dengan dakwaan pencemaran nama baik Rumah Sakit (RS) Omni Internasional tidak terbukti secara sah dan meyakinkan yang sebelumnya Prita diwajibkan membayar uang ganti rugi sebesar Rp 204 juta kepada RS Omni Internasional.

Seperti dilansir Berita8, ketika ditanya soal putusan MA, dirinya mengaku bingung. "Bingung. Karena di PN Tangerang sudah sangat terbuka dengan pembuktian dan saksi-saksi. Hakim sudah memvonis bebas. Namun pada saat di MA, mereka menggelar sidang tertutup, saya tak hadir, kuasa hukum tak hadir, masyarakat juga tak tahu prosesnya seperti apa, kok tiba-tiba saya dinyatakan bersalah, bingung. Benar-benar bingung," ungkap Prita.

Berdasarkan informasi dari situs Mahkamah Agung, diketahui bahwa MA mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum perkara Prita pada 30 Juni 2011. Dengan demikian, Prita dinyatakan bersalah di tingkat kasasi.

Majelis hakim agung yang memutuskan perkara tersebut adalah Zaharuddin Utama, Salman Luthan, dan Imam Harjadi. Putusan tersebut bernomor 822 K/PID.SUS 2010 atas kasus tindak pidana informasi elektronik.

Untuk Prita Mulyasari saudaraku, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesabaran dan kekuatan lahir batin dalam melewati cobaan ini. Aamin.


tugas ik


Prita dan Lorong Keadilan

Penulis : | Selasa, 19 Juli 2011 | 06:09 WIB
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Terdakwa kasus pencemaran nama baik RS Omni, Prita Mulyasari, berjalan meninggalkan kantornya di Kawasan Sabang, Jakarta Pusat, untuk menunggu mobil yang akan menghantarkannya menuju salah satu stasiun televisi swasta, Senin (11/7/2011). Walaupun hanya bisa pasrah, paska Mahkamah Agung memenangkan gugatan pidana jaksa penuntut umum, Prita masih berharap tidak ada penahanan terhadap dirinya.
M ALI ZAIDAN
Pengamat Hukum
Putusan Mahkamah Agung yang menghukum Prita Mulyasari merupakan putusan yang sah menurut hukum. Dikatakan sah karena telah sesuai dengan ketentuan hukum positif.
Pasca-putusan lembaga peradilan tertinggi itu, status terpidana akan disandang oleh Prita—meskipun dengan hukuman percobaan—dan upaya hukum untuk melawan putusan hanya melalui mekanisme peninjauan kembali (PK).
Praktis kedudukan Prita saat ini seperti berada di ujung lorong panjang bernama keadilan. Dari sudut pandangan hukum, sepanjang tidak dapat dibuktikan sebaliknya, putusan tersebut sah dan mengikat (res judicata pro veritate habetur), dengan demikian mempunyai kekuatan eksekutorial.
Akan tetapi, pandangan normatif demikian akan berbeda ketika sekalian proses hukum dipandang dari sudut sosiologis. Putusan hukum bukan akhir dari segala-galanya. Masih terbuka jalan untuk mencapai keadilan, sepanjang pihak-pihak, terutama hakim, mampu menerjemahkan makna keadilan secara progresif.
Benarlah Ulpianus menyatakan bahwa keadilan adalah kemauan yang bersifat tetap dan terus-menerus untuk memberikan seseorang apa yang menjadi haknya (Iustitiaest constans et perpetua voluntas ius suum cuique tribendi). Putusan hakim harus dibaca sebagai......(selengkapnya baca Harian Kompas, Selasa 19 Juli 2011, halaman 7)
 
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Heru Margianto

Definisi Sistem

Kata Sistem awalnya berasal dari bahasa Yunani (sustēma) dan bahasa Latin (systēma). Berikut ini ada beberapa pengertian sistem yang diambil dari berbagai sumber.


  1. Pengertian dan definisi sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks.

  2. Kesatuan gagasan yang terorganisir dan saling terikat satu sama lain.

  3. Kumpulan dari objek atau fenomena yang disatukan bersama untuk tujuan klasifikasi atau analisis.

  4. Adanya suatu kondisi harmonis dan interaksi yang teratur.
 http://kisaranku.blogspot.com/2010/10/pengertian-sistem-lengkap.html

Resume buku 3


Resume Buku 3

Judul    : Mencari Pahlawan Indonesia
Penulis : Anis Matta
Penerbit : The Tarbawi Centre

Krisis demi krisis yang telah merobohkan satu per satu sendi-sendi bangunan kehidupan di negeri ini, membuat kita kini begitu merindukan sosok-sosok pahlawan yang dapat mengentaskan kita dari krisis berkepanjangan yang terus melanda negeri ini. Seperti yang dikatakan oleh Chairil Anwar bahwa kita begitu merindukan pahlawan yang “berselempang semangat yang tak bisa mati”.
Sesungguhnya yang dinanti di saat genting ini adalah kepahlawanan. Pahlawan bukan saja orang yang memanggul senjata berjuang melawan penjajah di zaman perang kemerdekaan. Bukan pula penguasa dengan segenap kemewahan dan luasnya wilayah pemerintahan. Pahlawan adalah orang biasa yang hidup di zamannya masing-masing tetapi mengerjakan pekerjaan yang besar dan luar biasa. Ia memiliki naluri dan tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap setiap tantangan yang ada. Ia berani mengambil tanggung jawab karena seorang pahlawan adalah pemberani sejati.
Membahas tentang kepahlawanan berarti kilas balik kepada masa lalu terlebih pada saat masa kejayaan kaum muslimin. Pahlawan muslim lahir dan berjanji pada sejarah untuk pantang menyerah. Mereka hidup dalam semangat dan semangat dalam hidup. Optimisme yang selalu terjaga dimanapun dan kapanpun berada membawa mereka menjadi pahlawan dengan kebesaran jiwa. Pantang menyerah, sabar dalam berbagai ujian, menjaga kesungguhan dan rela berkorban adalah motivasi mereka. Tak sedikit pahlawan yang hidup dalam tekanan berat tetapi mampu berapresiasi melahirkan karya-karya besar sebagai kontrol terhadap tanggung jawabnya. Tak jera terhadap ancaman isolasi, keterasingan, ataupun kesepian karena terbekali dengan kemampuan intelektual dan spiritual yang tajam.
Pahlawan lahir dan besar dalam lingkungannya masing-masing. Hanya kepekaan yang besar terhadap pemisah antara realita dan idealita yang menjadikan mereka lebih dari sekedar orang biasa. Oleh karena itu, mereka bergerak tertatih dalam kecemasan untuk menciptakan perubahan dengan meyakini bahwa kesempatan hanya jika terdapat orang-orang yang menciptakannya. Kadang atau bahkan seringkali mereka mengalami kegagalan, kalah ataupun musibah tetapi mereka bisa selalu unggul dalam mempertahankan vitalitas. Vitalitas terseut terbentuk dari perpaduan keberanian, harapan hidup dan kebesaran jiwa. Para pahlawan pernah sedih dan kecewa tetapi dapat membingkainya dalam semangat kerja realita.
Pahlawan adalah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan. Ia tak mahir dalam segala hal tetapi mampu profesional dalam bidangnya. Mereka bekerja pada ruang-ruang kemampuan optimal yang dapat dikerjakan, tenggelam dalam merealisasikan mimpi-mimpi besarnya dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Bukan untuk sombong, angkuh ataupun tinggi hati, tetapi karena kehormatan diri harus dijaga agar tidak hanyut dalam gelombang perubahan zaman.
Kepahlawanan hanya muncul sesaat tetapi maknanya bisa melebihi usia bahkan generasi selanjutnya. Ia dibangun dengan berbagai sukses kecil yang akan memperkokoh sukses besarnya. Mereka selalu optimis dan berpaku pada harap dan cita karana mereka hanya percaya kesuksesan. Dengan dorongan spiritual, kelembutan dan kebesaran baik dari istri maupun sang ibu mampu menegakkan tekad yang kadang sempat ragu. Selalu ada pahlawan yang tepat di setiap masa. Mungkin tak hanya satu karena kontribusi besar dibangun oleh banyak pahlawan.
Sesungguhnya manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk yang lainnya. Itulah para pahlawan. Mereka mendedikasikan hidup untuk orang lain. Keikhlasan dan tanggung jawab teremban pada diri yang selalu rasional dan kritis terhadap masyarakat. Mampu memilah antara kebutuhan pribadi dengan kepentingan publik sehingga apa yang ia kerjakan tak hanya bermanfaat untuk pribadi. Jika ia berlimpah materi akan tetap zuhud dan dermawan. Pun jika mereka miskin, itulah pilihan hidup mereka tanpa melepas kehormatan dirinya. Jadi apa yang mereka miliki menjadikan sumber berkah bagi semua.
Para pahlawan datang dengan membawa beban yang tak dipikul oleh manusia lain di zamannya. Dimana beban-beban yang mereka pikul merupakan tantangan-tantangan besar yang senantiasa mengiringi derap langkah mereka, sehingga muncullah naluri kepahlawan dari dalam diri mereka yang kemudian menghasilkan respon terhadap tantangan kehidupan itu sendiri.
Pahlawan sejati adalah pemberani sejati, sebab segala tantangan yang senantiasa mengiringi mereka menyimpan risiko yang tidak kecil dan remeh. Ibarat sebuah pohon bahwa naluri kepahlawanan sama dengan akar, maka keberanian sama dengan batang pohonnya. Dan keberanian didukung oleh beberapa kemampuan, yaitu kemampuan berenang, kemampuan memanah, dan kemampuan berkuda.
Keberanian tak akan dikatakan sempurna tanpa hadirnya sikap sabar, sebab sabar merupakan nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan di dalam diri seorang pahlawan (Qs. Al Anfal : 65).
Seorang pahlawan haruslah menjadi sosok yang mau dan mampu memberi banyak manfaat pada masyarakat. Dan kaum muslimin mengalami kemunduran, dimana justru orang-orang barat menjadi semakin maju, hal ini disebabkan oleh kaum barat yang mampu berkorban lebih besar dibandingkan kaum muslimin.
Para pahlawan sejati telah mempercayai dan memendam optimisme bahwa mereka sudah berada di bawah bendera kemenangan, yaitu kemenangan atas rasa takut, kemenangan atas sifat pengecut, kemenangan atas cinta dunia dan kemenangan atas diri sendiri. Walaupun mereka belum menyaksikan kemenangan itu sendiri. Karena sesungguhnya Allah telah menjajikan kemenangan bagi kaum muslimin.
Para pahlawan mukmin sejati menilai karya mereka dengan bijak, mereka tidak pernah memandang karya-karya besar mereka secara berlebihan, tetapi mereka juga tidak pernah meremehkan pekerjaan-pekerjaan kecil yang mereka lakukan.
Para pahlawan mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritual dan semangat hidup. Senantiasa ada gelombang gairah kehidupan yang bertalu-talu dalam jiwa mereka. Itulah yang membuat sorot mata mereka selalu tajam, di balik kelembutan sikap mereka. Itulah yang membuat mereka selalu penuh harapan, di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain.
Sesuai dengan kandungan surat Al-Baqarah: 286, yaitu karena, "Allah membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya... ". Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia diwajibkan untuk berikhtiar hingga batas maksimum kemampuannya, dimana mencapai batas maksimum kemampuannya adalah seperti halnya mendekati kesempurnaan dalam beramal.
Peluang kegagalan dalam perjuangan adalah sama besarnya dengan peluang keberhasilan, sehingga seorang pahlawan dituntut untuk dapat melampaui kegagalan-kegagalannya dan kemudian dapat menggapai takdirnya sebagai pahlawan.
Pekerjaan-pekerjaan besar yang mempertemukan seorang pahlawan mukmin sejati dengan takdir kepahlawanannya, selalu melibatkan seluruh instrumen kepribadian sang pahlawan ketika ia sedang melakoni pekerjaan tersebut. Pekerjaan-pekerjaan itu pastilah menyedot energi fisik, jiwa spiritual, dan pemikirannya. Maka, dalam hal ini seorang pahlawan haruslah mampu untuk mensinergikan seluruh kecerdasannya, baik kecerdasan intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Dan di balik kebesaran seorang pahlawan terdapat perempuan-perempuan yang luar biasa, yaitu sang ibu atau dan sang istri.
Selain itu, seorang pahlawan haruslah benar-benar berazam untuk berjihad demi agama Nya. Dan sesuai sabda Rasul bahwa jihad yang paling utama adalah Menyatakan kebenaran di depan penguasa tiran.
Setelah kemenangan digapai, maka kemenangan/kekuasaan tersebut haruslah diinstitusikan menjadi sebuah imperium. Selanjutnya ialah bahwa seorang pahlawan mampu bersikap zuhud dan jadilah pemburu akhirat, maka dengan demikian di terlepas dari fatamorgana dunia.
Pahlawan dengan kekuasaan spiritualnya ialah ketika seorang pahlawan berkuasa dengan karismanya. Kharisma yang terbentuk dari gabungan wibawa dan pesona, ilmu dan akhlak, pikiran dan tekad, keluasan wawasan dan kelapangan dada. Mereka menyebarkan ilmu dan cinta. Mereka membawa cahaya dan menerangi kehidupan manusia.

Resume buku 2


Resume 2

Judul: Menu Sehat Pilihan Untuk Bayi (6-12 bulan )
Penulis: Wahyu Hidayati Kharie, AMG
Penerbit: Anak Kita

  1. Pentingnya ASI ( Air Susu Ibu )
  • ASI bisa membangun dan memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga melindunginya dari kemungkinan terkena penyakit
  • ASI mengandung sari sari yang mempercepat pertumbuhan sel sel otak dan perkembangan sistem saraf bayi
  • ASI menurunkan resiko terjadinya penyakit seperti alergi, diare, flu, dan batuk serta dapat mengembangkan kekuatan dan kecerdasan si anak
2.      Makanan Pendamping ASI ( MPASI )

Usia ideal dimulainya pemberian MPASI adalah ketika bayi sudah berusia 6 bulan. Karena umumnya pada usia tersebut , tubuh bayi sudah berkembang dan sudah siap untuk menerima asupan gizi selain ASI. Tanda tanda kesiapan bayi untuk menerima MPASI :
·         Bayi meras lapar walaupun sudah diberikan ASI yang cukup
·         Bayi tertarik dan mencoba mengambil makanan yang dimakan orangtuanya

3.      Kandunagn gizi yang sebaiknya ada pada MPASI
·         Karbohidrat = Roti, Sereal, Nasi, Kentang
·         Vitamin dan mineral = Buah dan sayuran
·         Kalsium = Keju, Yoghurt, Susu
·         Protein = Ikan, Telur
·         Lemak dan Minyak = Minyak Zaitun, Kedelai, Mentega dan Margarin

4.      Pengelompokan Usia Pemberian MPASI
·         Usia 6-7 bulan
= Makanan yang bisa diberikan pada bayi umur ini antara lain : bubur susu yang cair terbuat dari bahan tepung beras putih, beras merah, dll. Buah yang lebih disarankan antara lain : papaya, pisang, jeruk, alpukat, dll.
·         Usia 7-9 bulan
= Pada usia ini, bayi sudah boleh diberikan makanan berprotein seperti tempe. Makanan berprotein hewani seperti daging giling dan telur, sebaiknya diberikan pada saat bayi di atas 8 bulan, dikarenakan jenis makanan tersebut mengandung glutein yang sulit dicerna oleh bayi.
·         Usia 9-12 bulan
=Di usia ini, biasanya gigi bayi sudah mulai tumbuh. Dan untuk semakin merangsang pertumbuhan giginya, bayi bisa mulai diberi makanan semi padat seperti nasi tim. Untuk makanan kudapan bisa diberi biscuit ataupun finger food.
·         Usia 12-24 bulan
= Sebisa mungkin, bayi jangan diberikan makanan dari daging olahan seperti bakso, sosis, dan nugget, terkecuali bila dibuat sendiri dirumah. Karena seodium sebagai pengawet dan MSG sebagai penguat rasa dapat memberikan efek kurang baik pada perumbuhan nilai.

5.      Bahan Makanan yang dipantang untuk bayi
·         Kulit ayam, teurutama ayam negeri
·         Lemak daging sapi/ daging tetelan
·         Otak dan jeroan sapi
·         Kerang, Udang, Cumi cumi
·         Penguat rasa ( MSG, Kaldu Instan ), Pemanis buatan ( Sakarin )
·         Sayuran yang mengandung gas seperti kol, lobak



Berikut salah satu menu pilihan untuk bayi :

BUBUR APEL MANIS

Ø  Bahan :
·         2 sdm tepung hunkwe
·         200 ml air matang
·         20 ml susu formula
·         ½ buah apel manis, kukus kemudian parut
Ø  Cara Membuat :
·         Larutkan tepung hunkwe dengan air matang. Masak sambil diaduk sampai matang dan kental. Angkat
·         Campurkan susu formula ke dalam larutan. Aduk rata
·         Berikan apel kukus yang sudah diparut sesaat  sebelum disuapkan pada bayi
v  Kandungan Gizi per porsi :
·         Energi : 132,3 kalori
·         Protein : 4 gr
·         Lemak : 2,15 gr
·         Karbohidrat : 26,3 gr
v  Info : Tepung Hunkwe adalah sari pati dari kacang hijau. Kacang hijau sendiri mengandung protein nabati yang bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi dan kecerdasan otaknya. Tepung hunkwe bisa dibeli di took yang menyediakan bahan kue atau di gerai makan kering.